HeadlineNews

Kemenag Padukan Manajemen Perpustakaan dengan Nilai Adab di Aceh Tamiang

KALTENG.PUSARAN.ONLINE – Senin pagi (27/7/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur (Bartim), Tamiang Layang, sebuah gestur kecil namun bermakna langsung menyita perhatian. Saat menyerahkan tanda peserta, Kepala Kantor Kemenag Bartim, Khairani, melangkah dengan penuh hormat menuju seorang guru wanita. Ia tidak sembarangan mengalungkan tali identitas, melainkan menyerahkan kartu tersebut agar dikalungkan sendiri oleh sang guru, menjaga martabat dan batas fisik dengan elegan.

Momen penuh adab itu menjadi pembuka yang sempurna bagi Pelatihan Teknis Manajemen Perpustakaan Angkatan I. Digagas oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin bersama Kemenag Bartim, pelatihan ini berlangsung selama enam hari hingga 1 Agustus 2026. Sebanyak 40 guru Pendidikan Agama Islam dari jenjang SD dan SMP, termasuk tiga guru madrasah, hadir menyimak materi dengan antusias.

Dalam sambutannya, Khairani menekankan bahwa perpustakaan bukan sekadar gudang buku, melainkan jantung literasi sekolah. Ia mengajak para peserta untuk mengimplementasikan ilmu teknis ini agar tata kelola perpustakaan menjadi lebih profesional, adaptif, dan bermanfaat luas bagi masyarakat. “Pengetahuan yang didapat hari ini harus langsung kita terapkan di sekolah masing-masing,” tegasnya.

Khairani pun berbagi inspirasi nyata dari lapangan untuk memantik semangat para guru. Ia menceritakan keberhasilan seorang kepala sekolah swasta yang berkolaborasi erat dengan alumni dan masyarakat setempat. Bersama-sama, mereka membangun perpustakaan yang akhirnya sukses mendongkrak minat baca dan kemampuan belajar anak-anak secara signifikan.

Kembali ke prosesi pengalungan tanda peserta, nuansa berbeda terasa saat Khairani berhadapan dengan peserta pria. Untuk guru laki-laki, ia dengan luwes melingkarkan tali identitas ke leher mereka hingga kartu bertengger rapi di dada. Perbedaan perlakuan yang halus ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan nilai-nilai keagamaan dan penghormatan yang dijunjung tinggi dalam setiap interaksi.

Pelatihan ini menargetkan peningkatan kompetensi pengelola perpustakaan dan implementasi teknologi informasi untuk layanan yang lebih prima. Dari Tamiang Layang, semangat literasi dan adab ini diharapkan menyebar ke seluruh pelosok Barito Timur. Mari dukung transformasi perpustakaan sekolah kita, karena dari ruang baca yang tertata dan beradab, lahir generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan siap membawa dampak nyata bagi bangsa.

Related Posts

1 of 30